Newssumut.com. 09 Agustus 2026.
Deli Serdang – SMP Negeri 2 Sunggal terus berkomitmen menghadirkan layanan
pendidikan yang berpihak kepada peserta didik melalui inovasi Sistem Layanan
SIGAP (Sadar Diri, Introspeksi, Gali Potensi, Aksi Perubahan, dan Perencanaan
Masa Depan). Inovasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) ini dikembangkan
sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta
membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Lahir dari
keprihatinan terhadap masih ditemukannya kasus perundungan (bullying),
rendahnya kemampuan pengendalian emosi, serta perlunya model pembinaan yang
lebih efektif, Sistem Layanan SIGAP menawarkan pendekatan baru dalam layanan
BK. Program ini tidak hanya menangani peserta didik yang mengalami
permasalahan, tetapi juga membimbing mereka agar mampu mengenali diri,
mengembangkan potensi, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Selama ini,
penanganan kasus pelanggaran di sekolah umumnya dilakukan melalui pemberian
teguran atau sanksi sesuai tata tertib. Meskipun penting sebagai bentuk
penegakan disiplin, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu
menciptakan perubahan perilaku yang bertahan lama. Banyak peserta didik
berhenti melakukan pelanggaran karena takut terhadap hukuman, bukan karena
memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri.
Berangkat dari
kondisi tersebut, Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Sunggal
mengembangkan Sistem Layanan SIGAP, sebuah model pendampingan yang
berorientasi pada perubahan perilaku melalui motivasi intrinsik. Inovasi ini
mengubah paradigma layanan BK dari problem oriented menjadi growth
oriented, yaitu layanan yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga
mengembangkan karakter, potensi, dan kesiapan peserta didik menghadapi masa
depan.
Ketika duhungi via ponsel, Kepala SMPN 2 Sunggal menyatakan ini hasil kolaberasi guru BK. satu terobosan baru dalam pembelajaran sangat penting. "saya berharap ini akan membuat pelajaran menjadi mudah dan menyenangkan. ujar Puspa Nurmasyitah, M.Pd.

