Transisi dari Sekolah Dasar (SD) ke Sekolah
Menengah Pertama (SMP) sering kali diwarnai oleh tantangan psikologis peserta
didik terhadap mata pelajaran matematika. Matematika kerap dipersepsikan
sebagai bidang studi yang abstrak, rumit, penuh dengan rumus hafalan yang kaku,
dan menakutkan. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya minat serta motivasi
belajar, pola mengajar konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered),
hingga ketimpangan ketersediaan fasilitas teknologi di kalangan peserta didik.
Menjawab permasalahan tersebut, sebuah inovasi praktik baik bertajuk TPA CERIA (Transformasi Pembelajaran Aljabar Cerdas, Eksploratif, Reflektif, Interaktif, dan Adaptif) hadir untuk merevolusi wajah pembelajaran matematika pada Fase D kelas VII. Model ini dirancang oleh Dedy Irwansyah, S.Pd., M.Pd. (Guru UPT SPF SMP Negeri 1 Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang) berlandaskan filosofi Ki Hajar Dewantara serta mengintegrasikan prinsip-prinsip Deep Learning (Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan) yang dipadukan dengan pendekatan Project-Based Learning dan kerangka TPACK.
Cerdas: Mengasah kemampuan penalaran matematis
secara tepat dan mendalam.
Eksploratif: Memfasilitasi investigasi konsep aljabar baik melalui simulasi digital maupun eksplorasi benda konkrit di lingkungan sekitar.Reflekti: Membiasakan asesmen mandiri dan umpan balik berkala guna memantau perkembangan pemahaman peserta didik.Interaktif: Mendorong komunikasi multi-arah yang dinamis antara murid dengan sesama teman, guru, maupun media pembelajaran.Adaptif: Mengakomodasi diferensiasi proses dan media belajar agar selaras dengan kesiapan serta kondisi fasilitas setiap peserta didik.Menjembatani Kesenjangan Digital Secara Inklusif
Salah satu daya tarik utama dari inovasi ini adalah strategi diferensiasi media yang sangat solutif. Bagi peserta didik yang memiliki gawai (smartphone), pembelajaran diarahkan menggunakan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) digital. Sementara itu, bagi peserta didik yang belum memiliki perangkat digital, guru menyediakan media konkrit berbasis kearifan lokal lingkungan sekolah—seperti memanfaatkan daun hijau, daun kering, dan bunga untuk memodelkan bentuk variabel dan konstanta. Melalui pendekatan ini, tidak ada satupun murid yang merasa terisolasi, sehingga tercipta iklim kelas yang adil, setara, dan inklusif.
Implementasi model TPA CERIA terbukti sukses
mengubah suasana kelas menjadi jauh lebih hidup, meningkatkan partisipasi
aktif, membangkitkan rasa percaya diri, serta mendongkrak pemahaman konseptual
peserta didik terhadap materi aljabar secara signifikan.
Akses Aplikasi Media PembelajaranIngin melihat, mempelajari, atau mencoba langsung platform media interaktif ini? Silakan akses tautan berikut:
Newssumut.com
https://sassy-haircut-hchx8.ship.place/


